Air Ajaib “SAMADHI” ini pertama ditemukan oleh E.L Nataniel (1996). Pada awalnya tidak sengaja mencari sumber mata air. Kala itu hanya mencari sumber air untuk keperluan sehari—hari yang kebetulan di area sumur didirikan penginapan dan rumah makan. Ketika menggali para pekerja kewalahan. Setiap sumur yang digali airnya sedikit. Setelah menggali sumur yang ke enam tiba—tiba dalam sumur tersebut muncul mata air yang cukup besar namun ketika dicicipi rasanya agak asin. Selama satu tahun sumur dibiarkan begitu saja dan para pekerja tidak lagi melanjutkan penggaliannya. Sumber mata air ini terletak di kaki Gunung Tangkuban Perahu Subang Jawa Barat Indonesia, di ketinggian 200 M diatas permukaan laut. Kedalaman air hamper mencapai 100 meter dibawah permukaan tanah.

Pada tahun 1998 secara kebetulan seorang pekerja meminum air yang ada dalam sumur itu. Saat itu dia mengaku dedang mengalami sakit badan. Entah kebetulan atau memang air itu berkhasiat yang jelas setelah meminumnya pekerja tersebut langsung sehat dan bugar kembali. Semua heran karena melihat pekerja tersebut langsung bekerja kembali membangun penginapan yang sedang di bangun di sebelahnya.

Setelah diteliti Air Samadhi merupakan cairan artesis yang tersimpan di sedimen batuan purba. Dilokasi tersebut ditemukan fosil Mollusca (Kerang yang membatu) berumur jutaan tahun pada tahun 2000—2003. Air yang sumbernya berada disekitar empat kilo meter di selatan Subang ini dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sudah ribuan orang datang dan membuktikannya. Termasuk pejabat Era orde Baru seperti Pak Harmoko datang langsung untuk mencoba khasiat Air Ajaib “SAMADHI”.



Berdasarkan kajian pendapat, pengalaman, informasi dan beberapa kesaksian orang -orang yang mengkonsumsi air ini, ada proses penyembuhan beberapa penyakit seperti rheumatic, kencing manis, darah tinggi, maag, ginjal, sakit mata dan sakit gigi. Air Samadhi bisa membuat kondisi tubuh lebih fit dan menetralisasi sirkulasi jaringan darah dalam tubuh.